Monthly Archives: May 2017

Menatap langit

Kini rais muda hanya bisa berbaring diatas atap rumahnya, sendiri. Suara orang yang melantunkan ayat suci Al-Qur’an mengalun diudara, mungkin terdengar sampai rumah Pak RW yang sembilan gang dari mushola jaraknya. Hampir disemua mushola dan masjid melantunkan ayat Al-Qur’an karena memang sekarang sudah masuk bulan ramadhan

Rais yang sedang berbaring kini sedang bingung tak tentu arah, entah kepada siapa dia akan berbagi rasa gundahnya. Dia tak bisa berbagi kepada teman terdekatnya karena pasti mereka akan turut campur dalam masalah tersebut, padahal yang inginkan bukan teman yang ikut mencampuri urusannya, dia hanya membutuhkan kawan untuk mendengarkan atau berkomentar kalau diperlukan, yah dia memang tau temannya itu bukanlah robot yang hanya bisa mendengar perintah, temannya juga memiliki mulut untuk berbicara sesuai dengan keinginan.

Meminta nasihat kepada guru rasanya tidak mungkin. Entah sudah berapa banyak nasihat yang diberikan oleh gurunya namun tak satu pun yang di jalankan. Malu rasanya kalau harus bercerita kepada guru kalau hanya untuk diabaikan setiap nasihat guru.

“Hah…..”, kini ia hanya bisa menarik napas panjang untuk sekedar meredakan kegundahan dihatinya yang sedang berkecamuk bagaikan tsunami yang memporak-porandakan semua keyakinannya.

Mungkin satu-satu yang cocok bagi rais untuk mendengarkan hanyalah Tuhan. Karena mungkin satu-satunya yang dapat mengeluarkannya dari masalahnya hanya Tuhan. Ia benar hanya Tuhan yang sanggup.

Advertisements
Categories: Tabungan Novel