Hujan mengubah rencanaku

“gembel banget Cuma gara-gara hujan semuanya jadi berantakan” kataku sambil mengeluh.

Seharusnya sore ini aku ada wawancara di cipaku 5 kebayoran baru, Jakarta. Untuk menjadi pengurus Teater Enjuku. Siang tadi sekitar pukul 2 siang aku sudah bersiap untuk berangkat ke Jakarta communication club untuk wawancara sebagai calon pengurus, selesai mandi langsung solat. Dengan rasa khawatir aku melakukan solat dzuhur, karena suara petir berbunyi. Dalam keadaan membaca surat pendek aku sambil berkhayal semoga tidak hujan, entahlah solatku diterima atau nggak. Karena tidak ada yang tau apakah solat kita diterima atau tidak kecuali  Allah. Setelah solat selesai aku berdoa semoga tidak hujan, namun belum sempat diucapkan airnya keburu turun.

Aku masih percaya hujannya akan berenti, dan aku berniat akan menerobosnya dengan jubah sakti yang anti hujan. Bergegaslah aku berubah yang tadinya memakai kaos dan celana jeans berganti dengan jubah sakti yang anti hujan tadi lalu aku pamit dengan ibuku.

“Pelan-pelan nak”, sebuah nasihat daari ibuku untuk mengiringi anaknya yang akan menerobos hujan. Lalu motor aku nyalakan, baru tarikan gas yang pertama cahaya kilat menyambar disertai dengan suara petir yang menggelegar. Seketika itu juga runtuh semua harapanku, semua masa depanku.

Mungkin menurut kalian ini biasa saja, tapi ini tidak biasa. Kenapa tidak biasa karena seandainya aku masuk jadi pengurus aku akan mendapatkan keuntungan yang banyak dan sangat berguna sekali, yang pertama adalah ide akan cepat direalisasikan, lalu yang kedua mendapat sertifikat khusus, yang ketiga adalah berkesempatan berorgan nisasi. Lalu yg kerennya adalah mendapatkan kursus bahasa jepang GRATIS di jcc (Jakarta communication club) yang yang super duper ultimate awesome adalah diprioritaskan sebagai wakil enjuku untuk berinteraksi dengan orang-orang dan acara-acara penting. Yang terakhir itu adalah sebuah keuntungan yang sangat besar, karena menurut seorang Guru Besar dari gandul yang bernama reno azwir “sebuah bla bla bla bla bla akan kembali kepada kita”. Jadi sebuah relasi atau jaringan itu sangat penting.

Jadi kenapa itu adalah keuntungan yang paling besar dan bisa mengubah nasibku karena siapa tau aja salah satu atau salah banyak (dapet merah dong kalo salah banyak) dari semua orang yang aku temui akan mempersilahkan aku untuk berdiri dibahunya. Karena menurut bang rreno lalu turun ke aku “seorang yang akan menjadi besar itu berdiri dibahu para raksasa”.  Beridiri disini bukan arti secara harfiah tapi adalah sebuah khiasan. Kalau kalian kurang paham aku kasih analogi, contoh soimah dan olga siapa orang yg tidak mengenal mereka ? kenapa mereka bisa terkenal ? karena mereka berdiri dibawah bahu sang raksasa. Kalau soimah berdiri dibahu Butet Kertaradjasa dan olga berdiri dibahu aditya gumay. Atau aku kasih contoh jokowi yang sekarang sedang buming, bukannya jokowi menurut atau mengikuti saja perintah dari seorang megawati, tapi sekarang dia sedang berdiri dibahu  seorang megawati. Karena dia sadar untuk menjadi orang besar salah satu syaratna adalah berdiri dibahu para raksasa

Namun sampai tulisan ini di posting hujan masih saja rintik-rintik diluar sana yang seperti meledek kearahku. Tapi ada sebuah harapan yang besar bahwa kondisiku akan dipertimbangkan oleh pengurus, akan mendapatkan keringanan atau tidak. Namun lagi-lagi sampai tulisannya ini diketik keputusannya masih belum keluar atau masih dipertimbangkan.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: