Permintaan dan Penawaran

Permintaan dan penawaran ini adalah satu kesatuan yang saling terkait antara atu saala lain , kenapa ???
contoh : disuatu tempat ada orang yang berjualan dan ada pembeli mereka melakukan transaksi dan di dalam transaksi tersebut pasti ada permintaan dan penawaran, seorang penjual akan meminnta harga setinggi mungkin namun seorang pembeli akan menawar serendah mungkin jadi dapat ditarik kesimpulan permintaan dan penawaran adalah suatu transaksi yang terjadi ditempat penjualan (pasar, mall, dll) dengan pemenrannya adalah penjual dan pembeli itu sendiri

kalau menurut web-web dan buku yang saya baca

Permintaan adalah Banyaknya jumlah barang yang di minta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkatan pada pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu..
Berikut adalah bunyi hukum permintaan Bila harga suatu barang naik maka permintaan barang tersebut akan turun,Sebalik nya jika harga turun maka permintaan brang akan naik..

penawaran adalah banyak nya barang yang di tawarkan oleh penjualpada suatu pasar tertentu,pada periode tertentu dan pada tingkat harga tertentu,maka teori penawaran gabungan seluruh jumlah barang yang di tawarkan oleh penjual pada pasar tertentu
Teori penawaran adalah Pebandingan terbalik antara penawaran terhadap harga nya, yaitu apa bila penwaran naik maka harga turun,sebalik nya jika penawran naik maka harga akan naik

PERMINTAAN (demant)
A. Faktor – faktor yang mempengaruhi Permintaan :

Harga
Pendapatan
Harga barang lain yang berkaitan
Selera konsumen
Perkiraan
B. Hukum Permintaan
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi: “bila harga naik, jumlah barang yang diminta akan turun. Bila harga turun, jumlah barang yang diminta akan naik”. Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

C. Kelebihan Permintaan (Excess Demand)

Yang dimaksud dengan kelebihan permintaan adalah suatu kondisi dimana dengan penetapan harga seharga P1 mengakibatkan kuantitas permintaan (Q2) lebih besar dari pada kuantitas penawaran (Q1) sehingga terjadi pengalokasian sumber ekonomi yang tidak optimum karena kuantitas yang sebenarnya diminta pasar lebih besar dari yang ditawarkan.

Contoh dari kelebihan permintaan ini adalah penetapan ceiling price oleh pemerintah sebagai suatu kebijakan harga tertinggi misalnya Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak tanah. Pada saat stok minyak tanah sedang terbatas pada suatu wilayah, maka harga tertinggi ditetapkan agar rakyat banyak yang pada umumnya berstatus sosial ekonomi kurang makmur sanggup membeli minyak tersebut, padahal bila hukum permintaan dituruti dengan permintaan / demand minyak tanah begitu tinggi , harga bisa melonjak naik melebihi ketentuan pemerintah.

D. Kurva permintaan
Akibat dari adanya hukum permintaan tersebut kurva permintaan menjadi miring dari kiri atas ke kanan bawah, sehingga kurva permintaan dikatakan mempunyai kemiringan negatif, karena variable – variable yang bekerja dalam pemintaan bekerjanya berlawanan arah. Kurva permintaan tidak mungkin menyentuh sumbu P karena berapapun harganya pasti ada konsumen yang bersedia untuk membeli barang yang dihasilkan.

Contoh kasus : permintaan kipas angin disebuah toko elektronik
Tabelnya Grafiknya

PENAWARAN
A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran

# Biaya Produksi
# Tehnologi
# Harga Barang Pelengkap dan Pengganti
# Pajak
# Perkiraan Barang Dimasa Mendatang
# Tujuan Dari Perusahaan

B. Hukum Penawaran
Hukum penawaran
“ Harga barang/jasa naik, maka jumlah barang yang ditawarkan juga naik/bertambah dan sebaliknya apabila harga barang/jasa turun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan turun (ceteris paribus)”.
Hukum penawaran seperti itu antara lain dilatarbelakangi oleh faktor-faktor sbb.

Pada harga barang/jasa rendah ternyata hanya produsen yang efisien saja yang mampu menjual. Produsen seperti mampu menghemat biaya produksi. Akibatnya, harga pokok barang dan jasa hasil produksinya rendah sehingga harga jual pun dapat ditekan.
Pada harga tinggi produsen yang kurang efisien pun dapat menjual hasil produksinya dengan laba yang dapat diharapkan. Akibatnya akan timbul sekian banyak hasil produksi yang ditawarkan kepada konsumen.
Bagi penjual, semakin tinggi harga, semakin banyak keuntungan yang mereka terima, terlebih jika kuantitas yang dapat dijual semakin banyak.

Dengan demikian hubungan antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan adalah positif. Seperti halnya permintaan, jika harga barang dinyatakan dengan P dan jumlah barang yang ditawarkan dinyatakan dengan Q, maka Q merupakan fungsi dari harga, notasinya ditulis Q_s=f(P_s) .

Bentuk umum fungsi penawaran linear dinyatakan dengan :
Q_s=a+b (P_s)

Keterangan :
Q_s = banyaknya unit barang yang ditawarkan
P_s = harga barang per unit yang ditawarkan
a,b = konstanta

P_s ≥ 0 dan Q_s≥ 0 serta (dP_s)/(d Q_s ) > 0

Adalah intercept yang menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan pada saat harga (P=0). Umumnya nilai a≤0.
(dP_s)/(d Q_s ) > 0 menunjukkan kecenderungan/slope yang positif artinya P_s meningkat maka Q_s juga meningkat dan sebaliknya.
Gambar/kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas (yang mempunyai nilai positif saja).

C. Kelebihan Penawaran (Excess Supply)

Yang dimaksud dengan kelebihan penawaran adalah suatu kondisi dimana penetapan suatu harga (P1) mengakibatkan kuantitas penawaran (Q2) menjadi lebih besar dari kuantitas permintaan yang sebenarnya (Q1). Ini mengakibatkan terjadinya inefisiensi dalam hal pengaalokasian sumber ekonomi karena harga ideal sebenarnya adalah mnuju lebih kecil dari yang ditetapkan.

Contoh dari kelebihan penawaran ini adalah penetapan floor price (harga dasar) oleh pemerintah misalnya UMR yang bertujuan menjaga penetapan upah pekerja yang dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum misalnya Rp. 725.000 tetapi bila hukum permintaan diikuti maka dengan besarnya jumlah tenaga kerja maka kenyataannya masih banyak angkatan kerja yang bersedia bekerja walaupun dibawah UMR.

D. Kurva Penawaran
Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan, yang dimana apabila jumlah sesuatu barang yang sanggup ditawarkan oleh pada suatu tingkat harga dan tempo masa tertentu.
contoh kasus : permintaan kipas angin disebuah toko elektronik
Tabelnya Grafiknya

Nama : Muhamad Eko Prasetyo
Kelas : 1IB02
Npm : 19411362

Categories: Tugas SoftSkill | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Permintaan dan Penawaran

  1. nadhaliya

    thanks,,,
    sangat bermanfaat buat saya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: