Mobil Terrafugia (skycar)

unduhan (1)Macet menjadi salah satu kendala bagi setiap kendaraan roda dua maupun roda empat. Diciptakanlah Terrafugia, yaitu sebuah prototype mobil yang dapat berubah menjadi pesawat terbang. Apabila anda memiliki mobil terbang ini, sudah dapat dipastikan akan terbebas dan lolos dari kemacetan.
Perlu anda ketahui, Terrafugia ini dapat terbang sejauh 724 km dan dapat dipacu hingga kecepatan 185 km/Jam dalam mode mobil biasa.
Kendaraan ini dijual dengan harga Rp. 1,8 M. Terrafugia ini disebut juga dengan Transition Roadable Aircraft , yang dilengkapi sayap yang dapat melipat secara otomatis dalam hitungan waktu 30 detik. Setelah sayap ditekuk , maka mobil terbang ini akan berjalan seperti semula layaknya mobil biasa dan mobil ini pun sangat flexible karena tetap muat diparkir di garasi mobil normal.

imagesSelama beberapa tahun terakhir perusahaan yang berbasis di Massachusetts menyebut kreasi mereka sebagai ‘roadable aircraft’ dan kemudian akhir-akhir ini mereka menggantinya dengan “street legal airplane’. Namun penampakan pertama Transition dalam pameran otomotif itu lebih tepat bila disebut apa adanya : Sebuah Mobil Terbang. Terrafugia dan produk ciptaannya, Transition, sudah didengar beberapa tahun. Namun hingga kini perusahaan tersebut umumnya terjebak dengan komunitas aviasi. Akhirnya pendiri Terrafugia sekaligus sang CEO, Carl Dietrich mengatakan sedang mencari calon konsumen yang memesan kendaraan senilai 279 ribu dolar AS. Mereka bilang sudah waktunya menengok selain dunia penerbangan. “Kami menyadari bahwa pemesan utama sebenarnya adalah konsumen yang bukan pilot dan mereka mendepositokan uangnya untuk menginden Transition.” ujarnya. Pengembangan Transition kian bergerak maju. Bulan lalu, Terrafugia menyelesaikan uji penerbangan pertama prototipe produknya. Dietrich berharap tes terbang bisa dilanjutkan hingga akhir 2012 sebelum melepas produk ini dengan percaya diri kepada konsumen tahun berikutnya. Mimpi mobil terbang sudah lama muncul dalam benak para produsen otomotif. Namun ada sedikit ganjalan soal hitungan, begitu pula Transition, meski produk ini dipandang sebagai percobaan paling serius untuk menghadirkan mobil yang bisa melayang. Sebagai pesawat ia jelas bisa terbang, begitu pula mobil, ia bisa mengantar anda dari tempat A menuju B. Tantangan terbesarnya ialah menemukan tempat yang bisa dijelajahi oleh Transition, kendaraan yang bukan pesawat sesungguhnya dan juga bukan mobil luar biasa. Terrafugia, ungkap Dietrich, menyasar segmen pasar terdiri dari orang-orang yang memerlukan berkendara jauh hingga ke pinggir kota atau membutuhkan terbang jarak pendek. “Jika anda terbang hingga seribu mil udara (1850 kilo meter), maka anda lebih menginginkan pesawat dengan kinerja lebih baik. Namun bila anda terbang sekitar seratus hingga 3 ratus mil (200 hingga 500 kilometer), maka kendaraan ini mungkin cukup ideal,” paparnya. Kemudian dengan kecepatan mencapai 170 kilometer per jam, Transition lebih cepat dari mobil. Namun ia lebih lambat ketimbang Light Sport Aircraft (LSA) yang terbang dengan kecepatan 220 km/jam. Lalu dibanding dengan tipe LSA terbaru, Transition mengharuskan konsumen membayar lebih mahal hingga 100 ribu dolar. Namun yang diyakini oleh Terrafugia ialah nilai lebih yang ditawarkan Transition.images (1) Mereka mengklaim produk tersebut dapat memberi kenyamanan dan keamanan ketika berkendara di cuaca buruk atau isu lain terkait keamanan penerbangan. Banyak pesawat kecil dapat terbang dalam cuaca tak bersahabat, namun butuh banyak latihan dan peralatan bagi pilot untuk keamanan. Sementara Terrafugia tak lepas dari fakta: kendaraan ringan ini tak perlu membuat anda menunggu jemputan atau menyewa mobil setelah mendarat. Cukup melipat sayap dan melanjutkan lewat perjalanan darat. Tentu anda akan berkendara di atas 279 ribu dolar (Rp2,6 milyaran) namun dengan kemampuan tak setara SUV misal. Sebagian berpendapat ongkos mahal itu disebabkan sayap yang mampu dilipat. Terlepas dari potensi kelemahan tadi, Terrafugia tetap mendapatkan konsumen yang meyakini bahwa mobil terbang masuk akal dan layak dibeli. Dietrich mengatakan sekitar dua pertiga dari pemesan menginginkan Transition sebagai alat transportasi praktis yang cocok dengan kebutuhan khusus mereka. Beberapa contoh ialah seorang surveyor yang bisa bepergian cepat ke tempat-tempat kerja di penjuru negara bagian, juga pengembang real estate yang butuh melihat lokasi baru dan memberi layanan tur udara untuk konsumen. Sementara sepertiga lain melihat Transition sebagai kendaraan menyenangkan dan menyukai gagasan mobil terbang. Bisa dibilang tantangan terbesar dalam pameran otomotif di New York ialah memutuskan apakah Transition seharga Rp 2,6 milyaran ialah pilihan terbaik ketimbang memiliki dua kendaraan sekaligus? Porsche Carrera senilai $100 ribu (Rp920 jutaan) dan pesawat kecil Flight Design CTLS $160 ribu (Rp1,5 milyaran), belum termasuk ongkos ekstra untuk mobil sewa bila hari itu anda menggunakan CTLS. Pasalnya setelah mendarat, anda mau naik apa? Tak mungkin jalan kaki bukan.

sumber : http://www.sebenarnya.com/2012/04/video-mobil-terbang-terrafugia.html
Copyright http://www.Sebenarnya.com Under Common Share Alike Atribution

Categories: Tugas SoftSkill | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: